Pages

Jumat, 17 Januari 2014

global writing

aku makin iri ketika membaca tulisan orang-orang (baca:penulis) yang mempromosikan gerakan menulis di berbagai media. mereka dengan gampangnya mengatakan bahwa menulis itu mudah, bahkan semudah berbicara. menulis itu gak perlu memikirkan latar belakang pendidikannya, yang jelas harus busa menulis dan membaca, itu saja. kurasa, semua orang di dunia ini sudah lulus kriteria itu, bahkan anak TK pun juga (yang dah pinter tentunya).

mereka juga ngomong bila nulis itu melegakan, membahagiakan dan mendewasakan. melegakan bagaimana? kaupikir segampang itu? iya lah, lea karena sama artinya kita sedekah. kita bisa memberikan ilmu yang kita miliki kepada orang lain. tanpa harus tatap muka dan menyeleksi mereka layaknya guru di sekolah. kalo udah di sekolah, dan seorang guru sudah diamanahi 1 kelas tentunya akan tidak etis jika mengajar kelas lain dengan meninggalkan kelas sendiri tanpa ada ijin lisan atau tertulis. bisa seenaknya saja ngajarin orang. bukan. bukan itu! tetapi, lega karena kita sudah tahu karena berilmu dan kita dibelkali kemampuan untuk membagikan ilmu itu kepada orang lain. tentu saja kita jadi tidak ada beban karena kita berikan semua itu dengan niat ikhlas. cuma, bagaimana kita bisa mengelolanya supaya ilmu yang kita sampaikan itu bisa masuk dalam otak orang lain, bukan cuma masuk telinga kiri, keluar telinga kanan. kalau orang lain bisa karena kita, tentu itu sangat melegakan karena orang itu tidak akan merepotkan kita nanti kelak. ada pepatah cina yang mengatakan (kalau tidak salah: berarti bener dong!hehe) "jangan memberikan ikan itu kepada anakmu, tapi berikanlah cara bagaimana menangkap ikan itu!". intinya, kita janganlah selalu di bawah orang lain, ngawulo kepada orang lain selamanya, seperti kepada anak kecil yang dimanja, tapi ajari mereka untuk melakukan apa yang ia inginkan, supaya mereka dapat belajar prosesnya, merasakan pahit dan manisnya, asam dan garamnya. begitulah.

Kamis, 16 Januari 2014

(bisa) dari swasta dulu

untuk belajar tidak harus yang menghadap buku, duduk sedeku, anteng sambil mendengarkan bu guru. tetapi bisa juga dengan duduk santai biasa, sambil leyeh-leyeh, bersandar, alih-alih mengamati sekitar, menenggelamkannya jauh di pikiran dan memaknainya. belajar itu adalah sesuatu aktivitas yang kita bisa mengambil apa yang ada di dalamnya, apa yang dapat kita lakukan untuk diri sendiri atau orang lain, pun apa yang buruk supaya kita tahu pantangan dan resiko akan sesuatu.

sekarang, sudah hampir 20 tahun mengenyam pendidikan formal. ngadep buku, lingguh sedeku gek mirengake bu guru, dan pengalaman-pengalaman di luar yang mengiringi proses itu hingga kini aku jadi seperti saat ini. sebagai seorang diri yang menghambakan pada komputer sekolah. ingin rasanya jadi seorang yang lebih dari dulu setiap harinya.

kadang kala kita tidak menyadari apakah kita tulus menjalankannya atau tidak. niat bener atau tidak. yang jelas, ketika tulisan ini terbit, aku belum sepenuhnya mengabdikan diri untuk sekolah ini. aklu masih sama seperti kemarin, merasa bosan dan ingin segera resign. hanya tak tau siapa orang disini yang akan kucurhati, mungkin hanya kamu aja yang bakalan tau semuanya (baca:pc).

Sabtu, 16 Oktober 2010

Pengaruh Minyak goreng Jelantah bagi Kesehatan

ehmm,, memang benar minyak goreng jelantah sangat bahaya bagi kesehatan kita, karena setelah pemakaian 3-4 kali asam lemak yang terkadung dalam minyak itu akan semakin jenuh, dan inilah yang akan mengakibatkan karsinogenik bila dikonsumsi secara terus menerus (akan terakumulasi dalam tubuh membnetuk asam lemak jenuh).

Di daerahku, seringkali ibu-ibu rumah tangga menyiasatinya dengan mencampurkan minyak goreng bekas tadi dengan minyak goreng baru yang akan dipakai (dioplos). Selain itu juga dengan menggoreng nasi sehingga minyak yang awalnya kental dan berubah warna menjadi hitam terlihat lebih jernih. upaya ini mereka lakukan, sehingga mereka pikir ini lebih baik dan tidak berbahaya sehingga tidak harus membeli minyak yang baru lagi, yang otomatis juga keluar biaya. tentunya sangat memberatkan bagi mereka yang tingkat ekonominya menengah ke bawah.

Tingkat kehigienisan minyak sangat penting. Jadi kita harus pinter-pinter milih minyak goreng. Karena banyak produk minyak goreng yang digembar-gemborkan mengandung omega 3, omega 6, dan omega 9 tetapi di dalam kemasan tidak dijelaskan secara rinci tentang berapa kali pemakaian yang aman itu. Sehingga masyarakat awam tidak tahu bahaya dari yang mereka konsumsi sendiri.

Harusnya, baik pemerintah atupun pihak perusahaan ada sosialisasi pada masyarakat supaya mereka bisa mengantisipasi dan menyiasati sendiri kemungkinan terburuknya.

wajah baru... semangat baru

Sudah kesekian lamanya vakum dari blog, rasanya kangeeen banget.
cuma emang bener sih kadang aku bingung mau nulis apa...Tapi dari sini, aku pengen balik awal lagi, kepengen rutin buat ngunjungin blogq sendiri...
ayolah Galih.... semangat lah kamu pasti bisa...!!!

Selasa, 18 Mei 2010

dalam hidup pasti ada rintangan, selalu ada inovasi untuk mengupgrade diri kita menjadi lebih baik maksudnya. tapi terkadang kita lengah tak mempedulikan. selalu mengeluh, mengeluh dan mengeluh bila ujian itu datang dan tak kunjung terselesaikan. apa sih sebenarnya yang membuat kita seperti itu? kita dah berusaha susah payah yo buat nylesain masalah itu, tapi teteeep ja gk slesai2 malah tambah2....!! ya allah....

Senin, 15 Februari 2010

be active

being active is what I want...
awal kuliah...
ini memang begitu banyak lika liku. tapi juga menyenangkan kok.
ikut organisasi 2 sekaligus, membuatku sedikit goyah, akankah aku mampu melaksanakannya..?
keduanya memang yang aku inginkan, hanya sekedar iseng dan ingin coba-coba.
but,, tak kusangka aku diterima dan diberi amanah untuk duduk di panitia inti and 1nya lagi ngurusin soal kepenulisan. q bener-bener belum begitu menguasai tapi ya qpikir dicoba gak kan ada salahnya kok. mungkin disinilah bakatq.
yach.... semoga aja bisa istiqomah. amin2